Saturday, February 14, 2009

Kunci Kejayaan Dai

Assalamualaikum...


Hati ana terkesan apabila seorang sahabat ana ketika dalam usrah mengingatkan kami supaya menjaga hati terutamanya kita sebagai dai.Rasullah saw adalah seorang nabi yang berhasil memberi model dakwah yang tuntas dalam segala aspeknya. Hal ini sesuai dengan kesempurnaan ajaran Islam itu sendiri, di samping kedudukan Rasulullah saw sebagai penutup para nabi (khatamunabiyin). Dalam kehidupan sehari-hari beliau menempatkan diri sebagai teladan tertinggi (al-qudwatul ‘ulya), sebagai individu yang berakhlak mulia, sebagai pemimpin keluarga yang bijaksana, sebagai suami yang adil, sebagai pengajar(mu’alim) dan Pembina (murabbi) dalam dakwah, serta sebagai pemimpin politik dan militer yang tangguh.

Dalam perjuangan dakwah, Rasulullah berhasil menegakkan kalimat tauhid di masyarakat dalam tempoh 23 tahun. Dimulai dari seorang diri, hingga berkembang pada kita saat ini. Namun jika kita tinjau, sebenarnya di manakah kemenangan dakwah Rasulullah saw.? Apakah kemenangan dalam Perang Badar, Fathul Makkah, atau penaklukan suku-suku besar Bani Tsaqif dan Hawazin di Thaif ?

Sayyid Quthb menyatakan, bahwa titik-titik penting kemenangan beliau bukanlah pada kejadian-kejadian tersebut. Kemenangan tatkala keimanan mula bersemi di dada para dai dan pengikutnya serta keimanan yang mendalam dan lurus, itulah hakikat kemenangan ! Inilah gejala dakwah; manisnya iman yang dirasakan Muhammad saw,keimanan Abu Bakar As-Siddiq, teguhnya keyakinan tatkala disiksa, serta luluhnya hati Umar tatkala mendengar ayat Al-Quran.

Ada tiga hal pokok yang diperlukan dalam mencapai keberhasilan dakwah, yakni jiwa yang bersih, stuktur gerakan dakwah yang mantap, serta dakwah yang terprogram rapi dan berkesinambungan. Jiwa yang bersih merupakan modal utama bagi para pelaku dakwah. Tanpa ini, tak akan mungkin tercapai kemenangan hakiki dalam dakwah.

Di dalam jiwa yang bersih itulah keimanan tumbuh dengan kukuh. Di dalam jiwa yang bersih itu pula tertanam tekad yang kuat membaja untuk melakukan kebaikan, membela kebenaran, dan menegakkan keadilan. Di dalam jiwa yang bersih itu pula muncul kecintaan untuk memperjuangkan risalah Ilahiah serta menolak pelbagai kemungkaran dan keburukan dalam kehidupan.

Jiwa yang bersih boleh dicapai dengan pembersihan diri secara total; bermula dari bahagian yang pokok dan vital dalam dirinya, iaitu HATI. Sesungguhnya inilah pembersihan diri bagi kehidupan para dai dan dakwa Islam. Pembersihan hati dari segala macam penyakit dan kekotoran. Pembersihan hati dari racun-racun yang berpotensi merosakkan hati. Penyucian hati dari syubhat dan fitnah. Inilah tazkiyah, yang merupakan hajat mendasar (asasiyah) dalam dakwah.

Dengan hati yang ersih, terbersihlah niat dalam melaksanakan seluruh aktiviti hidup, termasuk dalam kegiatan dakwah. Terbenteng pula dari kecenderungan nafsu yang muhlikah, nafsu yang menghancurkan atau memusnahkan kebaikan. Selain itu juga terjaga motivasi dan kemuliaan. Di dalam hati yang bersih tertanam semnagat tak terkalah. Dakwah akan berjalan dengan penuh dedikasi dan tak kenal penat lelah

Inilah kunci kejayaan dai; ketika hati para penggerak dakwah tersucikan dari kekotoran, bersih dari godaan syahwat dunia, terhindar dari keraguan dan pengecut; ketika keimanan tumbuh subur di hati manusia, sehingga mereka menjadi Muslim yang teguh dalam keyakinan dan mulia dalam akhlak.

Fenomena kemenangan dakwah dalam Perang Badar, Perang Khaibar, Perang Qadisiyah, dan perang-perang lainnya pada zaman Rasulullah saw dan para sahabat, dilakukan oleh generasi berhati bersih. Selain itu juga melakukan pembersihan hati sepanjang hari. Dengan itu, Allah berkenan memberikan kemenangan. Dengan kebersihan diri mereka, Allah berkenan menurunkan bantuan, berupa para malaikat, yang berbondong-bondong membantu aktivis kaum Muslimin.

Untuk itulah, pembersihan hati atau jiwa merupakan jalan untuk meraih kejayaan dalam dakwah. Dakwah akan tercapai keberhasilannya dengan hati yang bersih. Kekotoran hati adalah penghalang utama dakwah. Kekusutan jiwa dan kegersangan rohiyyah adalah penghambat kejayaan dakwah….wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment